breaking news New

Perspektif Islam tentang Waktu

Perkembangan   teknologi di era globalisasi saat ini, membuat manusia sangat dan bahkan super sibuk, karena mengurus soal-soal dunia. Untuk itu, bagi orang yang beriman dan bertakwa hendaknya mampu membagi waktu sebaik-baiknya. Dalam pepatah “waktu adalah pedang”, jika kita tidak pandai memanfaatkan waktu, maka kita sendiri yang akan termakan olehnya.

Bila ada makhluk yang paling ”ganas” di dunia ini, maka ialah WAKTU, siapa, dimana dan kapanpun terus dilindas oleh waktu. Tak peduli manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk  lainnya, entah makhluk itu dibumi maupun diangkasa raya – semuanya lumat dimakan waktu. Semua makhluk tidak bias mengelak dari libasan sang waktu, detak jarum waktu terus melaju dan tak pernah mundur ke belakang selamanya.  Jika sang waktu itu bias digambarkan dalam bentuk grafik, maka garis tersebut selalu berada dalam dua titik yang ekstrem, terus menaik atau menurun tergantung dari sisi mana kita melihat.

Menghargai Waktu

Sangat logis dalam banyak surat Al Qur’an Allah SWT kerapkali membukanya dengan gugahan sang waktu sebagaimana dalam firman-Nya, ”Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalamkerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengajarkan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS Al-Ansh : 1-3)

Waktu bagi manusia merupakan peluang paling baik untuk berbuat kebajikan. Sebab dengan memperjgunakan waktu untuk berbuat kebajikan kelak mereka akan menjadi manusia yang paling bermanfaat beruntung hidupnya baik di dunia maupun di akhirat dan juga manusia paling bermanfaat bagi orang lain. Sebaliknya, manusia yang mempergunakan waktunya hanya untuk berbuat keburukan kelak  dan akan menjadi manusia  yang paling rugi hidupnua di dunia dan di akhirat. 

 

Waktu paling baik bagi manusia adalah waktu dimana manusia memanfaatkannya untuk beramal kebajikan. Diantaranya ialah waktu hidup, masa muda, waktu sehat, waktu kaya dan waktu luang. Waktu hidup di dunia adalah kesempatan bagi manusia mencari rezeki sebanyak-banyaknya untuk kembali ke akhirat, karena ”Negeri akhirat adalah negeri yang lebih baik dan abadi”, (QS Al A’laa : 17), dan ”Sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahui’, (QS Al Ankabut : 64).

Sedangkan kenikmatan adalah kenikmatan yang hakiki. Kehidupan di dunia adalah semua, dikatakan semua karena berjalan serba singkat dan cepat. Banyak orang yang tidak merasa usia sudah tua, padahal masa anak-anak dan masa dewasanya baru saja dilalui, ini menunjukkan bahwa hidup di dunia amat singkat. Demikian pula kenikmatan duniapun semu, karena ternyata manusia tidak merasa puas dengan kesenangan duniawi, walaupun mereka menjadi orang terkaya nomor satu di dunia. Kehidupan di dunia, tempat manusia mencari bekal untuk hidup di akhirat, tempat manusia menanam untuk dipetik buahnya di akhirat.

Merupakan kerugian yang paling besar jika  manusia mengisi waktunya hanya untuk berfoya-foya, tidak untuk mencari bekal di dalamnua. ”Berbekallah dan sesungguhnya sebaik-baiknya  bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal”. (QS Al Baqarah : 197). Yaitu ketundukkan manusia kepada Allah SWT dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah-Nya di muka bumi.

 

Islam menganjurkan kepada kaum muda agar menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allah SWT dan berjuang menolong agama-Nya. Dengan perjuangan kaum muda, Islam akan maju dan jaya. Rasulullah SAW mewanti-wanti kepada generasi muda agar jangan menyia-nyiakan masa mudanya,banyak-banyaklah beramal dikala muda, jangan menunggu masa tua. Karena beramal dikala muda hasilnya jauh lebih baik,lebih besar dan lebih bermanfaat dari pada beramal dikala tua dan lebih rugi lagi jika umurnya tidak sampai tua.

Kata Rasulullah SAW, ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat perlindungan dari Allah SWT di hari tidak ada lagi perlindungan kecuali dari-Nya, satu diantaranya ialah ;: ”Pemuda yang senantiasa giat beribadah”. (HR Imam Bukhari dan Muslim). Waktu bagi mausia adalah karunia Allah SWT yang harus disyukuri, karena dengan waktu itu manusia bisa melakukan pelbagai kegiatan dan sebaik-baiknya kegiatan hidup ialah yang Qur’ani dan diridhai Allah SWT. Kegiatan diluar itu adalah sia-sia dihadapan-Nya. Semoga.

                            

Leave a Comment