breaking news New

Festival Buah Lokal Desa Marajai

PARINGIN – Memperkenalkan keberadaan buah-buah lokal dan langka, khususnya yang ada di Desa Marajai, Kecamatan Halong, masyarakat setempat menggelar Festival Buah, Sabtu (12/1/2019).

Kegiatan ini mengundang antusiasme ratusan pengunjung yang memadati lokasi acara untuk melihat berbagai buah langka sekaligus berkesempatan mencicipi, karena buah-buah tersebut disediakan gratis oleh panitia.

Festival buah dihadiri langsung Bupati Balangan H. Ansharuddin, Ketua TP. PKK Hj. Nursidah, Kapolres Balangan AKBP. M. Zamroni, Sekda Ir. H. Ruskariadi, sejumlah anggota DPRD dan para Kepala SKPD.

Kepala Desa Marajai, Adi Setiawan, yang juga sebagai Ketua Panitia Festival mengungkapkan dari sebanyak 150 spisies buah lokal khas Kalimantan sebanyak 100 spisies tumbuh dan dipelihara warga setempat.

"Dengan menjaga kelestarian buah lokal, kami ingin mensejahterakan masyarakat. Kami meminta dukungan, agar event ini dapat berlangsung setiap tahunnya. Oleh karenanya, kepada Pemkab Balangan, kami mengharapkan bantuan sarana dan prasarana agar Desa Marajai dapat mudah di akses oleh masyarakat luar," harap Adi.

Permintaan Kepala Desa Marajai ini langsung ditanggapi Bupati Balangan H. Ansharuddin yang dalam sambutannya juga menyampaikan dukungan terhadap upaya aparat Desa Marajai dalam menjaga kelestarian buah lokal.

"Festival ini akan menjadikan wilayah Marajai sebagai destinasi wisata, dan mampu meningkatkan kecintaan terhadap buah-buah lokal setempat. Kita akan bekerjasama mengagendakan kegiatan ini setiap tahun. Terkait akses jalan, saya akan perintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum, agar memprioritaskan pembangunan jalan menuju desa ini," ujar Anshruddin.

Adapun beberapa jenis buah yang ditampilkan dalam festival ini semuanya merupakan buah lokal, seperti Durian Lokal, Karatungan, Lahung, Siwau, Maritam, Kumbayau, Silulung, Luwing, Tambang Susu dan lain-lain.

Desa Marajai ini memang dikenal dengan potensi buah lokal yang saat ini semakin langka. Budidaya buah lokal ini dilakukan Mohamad Hanif Wicaksono, seorang Penyuluh Keluarga Berencana di Desa Marajai.

Berkat hobi dan budidaya buah lokal yang juga disertai pembinaan ke masyarakat, Hanif telah mendapatkan penghargaan dalam ajang 9th SATU Indonesia Award di Jakarta, 27 Oktober 2018 lalu.

Kemudian, selain memiliki potensi buah lokal, Desa Marajai juga dikenal dengan potensi wisatanya, di antaranya berupa goa dan air terjun.

Leave a Comment