breaking news New

Pemerintah Tingkatkan SDM Lewat Bidang Keagamaan

Paringin - Bukan hanya melalui pendidikan formal dan non formal, ternyata peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang tengah dilakukan oleh Pemkab Balangan juga ditempuh lewat bidang keagamaan.

Pemerintahan daerah Balangan di bawah kepemimpinan Bupati Balangan H Anshruddin juga memberikan insentif bagi para guru ngaji, kaum masjid (marbut), para pemuka agama dan lainnnya.

Hal ini, menurut Bupati Balangan H Ansharuddin, sebagai bentuk perhatian pihaknya terhadap bidang keagamaan, dan dalam upaya pembentukan Akhlakul Karimah warga Balangan.

Ansharuddin yakin bahwa sebuah kemajuan jika tidak diimbangi oleh upaya pembentukankarakter manusia yang dilandasi oleh nilai moral dan keagamaan, maka kemajuan tersebut tidak akan pernah mampu mencapai derajat kemajuan yang hakiki,

Dikatakannya, pemerintah juga serius dalam memberikan perhatian dibidang pendidikan keagamaan baik melalui mekanisme hibah maupun bantuan sosial.

“Tahun 2017 kita mengelontorkan dana Rp 4 miliar lebih, sedangkan tahun 2018 lalu kita tingkat menjadi Rp 7,14 miliar untuk bantuan Keagamaan ini,’’ ujar Bupati, Senin (25/2/2019) di sela kegiatam rutin di kantornya

Bantuan sebesar Rp7,14 miliar ini, kata Bupati, terdiri dari bantuan Hibah kepada 14 buah yayasan pendidikan bidang keagaaman, organisasi seperti LPTQ, NU, Baznas dan MUI serta hibah untuk 57 buah tempat ibadah dan majelis taklim.

Apa yang dilakukan ini, menurut Bupati Ansharuddin, sebagai rasa hormat dan terimakasih kepada para pemuka agama yang telah berjasa tanpa pamrih dalam tetap memberikan pendidikan agama kepada warga, selain itu juga selarah dengan cita-cita Pemerintah Republik Indonesia.

"Saya berharap dengan sedikit bantuan bagi para pemuka agama tersebut, semangat untuk menciptakan generasi penerus serta para warga yang ber-iman dan berakhlak mulia semakin gencar, agar tercipta Kabupaten Balangan yang Agamais," pungkasnya.

Program Keagamaan Mengisi Pembangunan Banua Sanggam

Pemerintah Kabupaten Balangan juga dalam mengisi pembangunan daerahnya terus membangun dan meningkatkan layanan keagamaan bagi masyarakat. Salah satunya adalah program insentif bagi marbot atau penjaga masjid dan tenaga kebersihan tempat ibadah lainnya sudah dua tahun terakhir dijalankan oleh Pemkab Balangan.

Untuk tahun 2018 lalu, sedikitnya ada 162 marbot atau penjaga masjid dan tenaga kebersihan tempat ibadah lainnya yang diberikan insentif oleh Pemkab Balangan.

Pemberian insentif ini, menurut Wakil Bupati Balangan H Syaifullah, bukan hanya sekedar pemenuhan janji politik mereka saat Pilkada lalu.

Namun menurut orang nomor dua di Bumi Sanggam tersebut, ini sudah merupakan bagian dari pencapaian visi misi mereka sebagai pemimpin daerah.

“Untuk 162 Marbot atau Penjaga masjid dan tenaga kebersihan tempat Ibadah lainnya ini kita mengeluarkan anggaran sekitar Rp 583 juta. Jumlah penerima insentif ini memang masih jauh jika dibanding jumlah rumah ibadah yang ada, kita berjanji untuk terus meningkatkan program insentif ini baik dari segi jumlah penerima maupun beseran insentifnya,’’ bebernya, Senin (25/2/2019)

Pemberian insentif ini sendiri, menerut Syaifullah, merupakan apresiasi pemerintah terhadap marbot atau penjaga masjid dan tenaga kebersihan tempat ibadah lainnya. Kerena keberdaan mereka ini sangat penting, makanya perlu diapresiasi.

Apalagi, lenjut dia, masjid dan tempat ibadah lainnya, selain tempat ibadah juga tempat berkumpulnya para jemaah yang di dalamnya terjadi perilaku sosial dan ini dapat dijadikan sarana menyebarluaskan infomasi bagi kebaikan kehidupan sosial bersama, salah satunya gaya hidup bersih dan sehat.

Selain itu lanjut dia, tujuan pembangunan adalah membangun manusia seutuhnya, tidak hanya fisik materialnya, tetapi juga mental dan spiritualnya.

Pemkab Balangan, kata dia, memilih pembangunan sektor keagamaan dan budaya menjadi salah satu program prioritas. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan dan budaya serta memperkokoh mental dan spiritual masyarakat dengan perilaku dan nilai-nilai luhur masyarakat.

"Daerah kita dikenal agamis, toleransi yang tinggi dan kehidupan sosial yang menjemuk. Ke depan, filosofi inilah yang harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan tidak hanya menjadi slogan semata, sebagai dampak dari derasnya arus informasi dan globalisasi," pungkasnya. (MCBlg/Sgmk)

Leave a Comment