breaking news New

Sang Penyelamat Tanaman Langka dari Marajai

Paringin - Mohamad Hanif Wicaksono, salah satu pemuda Banua Sanggam yang merupakan ASN Pemkab Balangan bertugas sebagai penyuluh KB wilayah kerja Desa Marajai Kecamatan Halong Kabupaten Balangan.

Ada berita yang cukup mengejutkan bagi Hanif bahwa Ia diusulkan sebagai salah satu penerima penghargaan Kalpataru 2019 yang di usulkan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH). Diketahui selama ini Hanif telah berkontribusi besar terhadap pengelolaan keanekaragaman hayati di Desa Marajai Kecamatan Halong.

Yang diantaranya yaitu penyelamat atau pembudidaya tanaman langka, serta buah-buah langka, hal inilah yang mendasari Dinas LH untuk mengusulkan Hanif diajang penilaian Kalpataru 2019.

Kepala Dinas LH Balangan, Musa, Rabu (8/5/2019) mengatakan, Hanif diusulkan dalam kategori Pengabdi Lingkungan, karena ia telah melampaui tugas pokok fungsinya sebagai ASN untuk melakukan pengelolaan keanekaragaman hayati di Kabupaten Balangan.

Yang mana menjadi wilayah kerjanya juga memberikan kontribusi besar terhadap kabupaten lain, bahkan provinsi lain dalam wilayah jelajah pengelolaan keanekaragaman hayati.

"Hanif diusulkan pertama kali oleh Dinas LH di tahun 2019, mewakili Provinsi Kalsel sebagai satu-satunya calon penerima, bersaing dengan 150 calon penerima dari provinsi lain di Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Hanif adalah menyelamatkan tanaman lokal dan buah lokal dan langka, serta membudidayakannya juga mengembangkan wisata lokal Desa Marajai melalui wanawisata dan biotour.

Sementara itu, Hanif menceritakan awal ketertarikan dirinya dalam membudidayakan tanaman buah langka.

"Awalnya saya menemukan buah-buah yang tidak pernah saya lihat di jawa, seperti buah Limpasu yaitu sejenis mangga yang bentuknya kecil namun rasanya mirip kedondong, selain itu ada buah Lahung, sejenis durian yang kulitnya berwarna merah, mulai dari inilah saya penasaran terus berupaya mencari tahu," ceritanya.

Berbekal berkomunikasi dengan warga setempat, ternyata warga setempat juga banyak yang tidak tahu akan keberadaan buah langka tersebut, sehingga diwaktu akhir pekan dijadwalkannya untuk keluar masuk hutan mencari bibit tanaman buah langka tersebut.

"Setiap diluar jam dinas dan akhir pekan dikhususkan untuk mencari bibit tanaman tersebut dengan niat ingin menyelamatkan serta mengenalkan buah asli Balangan dan Kalimantan Selatan," ujarnya. (MC Balangan/Sgmk)

Leave a Comment