breaking news New

Ikhtiar Pengabdian Dibalik De Papuyu Farm

PARINGIN- Bergaya klimis rapi, ramah dan mempunyai senyum khas menjadi gambaran umum bagi siapun yang pertama kali bertemu dengan pria bernama lengkap Hilmi Arifin.

Selain itu, sikap ramah dan hangat akan tergambar jelas jika kita berkesempatan mengobrol lama dengan beliau. Apa yang kita rasakan ini tentunnya akan sedikit berbeda dengan kebanyak orang lain yang dalam segi kesuksesan setara dengan beliau. 

Maklum, beliau merupakan salah satu ASN di lingkup Pemkab Balangan yang oleh banyak kalangan diangap sebuah batasan untuk menyandang predikat sebuah kesuksesan.

Namun sedikit keanehan jika kita mau sedikit mengorek kehidupan beliau diluar tugasnya sebagai abdi negara, dimana ditengah sukses berkarir dalam pekerjaan sebagai ASN, Hilmi Arifin nekat membuka wadah pelatihan budidaya ikan dengan system bioflok dengan nama de’Papuyu Farm.

Entah apa yang memotivasi beliau nekat membuka wadah pelatihan budidaya ikan dengan system bioflok dengan nama de’Papuyu Farm tersebut. 

Pasalnya, membuka wadah pelatihan budidaya ikan sebagai bisnis pilihan yang berisiko dibanding bentuk investasi lainnya, terlebih jika ukurannya adalah besaran nominal rupiah yang akan didapat.

Apapun motivasi dan niatan awal beliau membangun de’Papuyu Farm, mungkin hanya beliau dan Tuhan saja yang tahu, namun bisa jadi keputusan membangun wadah pelatihan khusus budidaya ikan ini termotivasi dari kata-kata bijak Albert Einstein yang berbunyi “Dunia adalah tempat yang berbahaya untuk dijalani, bukan karena orang-orang yang jahat, tapi karena orang yang tidak berbuat apa-apa”

Namun dibanding banyak kawan sejawat ASN yang lainnya, ternyata sekretaris di KPU Kabupaten Balangan ini punya pandangan lain soal keputusannya membuka de’Papuyu Farm yang berpusat di Kota Banjarbaru tersebut.

Menurut ayah dua anak ini, de’Papuyu Farm merupakan sarana dirinya untuk mengabdi kepada masyarakat luas dengan harapan bisa memberikan varian pilihan usaha bagi masyarakat guna peningkatan ekonomi mereka.

Pandangan ini tidak terlepas dari keyakinan dirinya, jika usaha budidaya ikan dengan system bioflok merupakan salah satu jenis usahaya yang bisa dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan modal yang relative rendah, atau dengan kata lain siapa pun bisa menjalankannya dan mempunyai kesempatan sukses yang sama.

Selain itu, tentunya pemahaman jika permasalahan terbesar masyarakat saat ini adalah soal keterbatasas akses ekonomi sehingga membuat kesenjangan social makin tajam yang pada titik tertentu akan menimbulkan banyak permasalahan di tengah kehidupan masyarakat secara luas.

Tentu apa yang dilakukan Hilmi Arifn melalui de’Papuyu Farm yang bangunnya beliau sejak tahun 2016 ini menjadi sebuah ikhtiar beliau dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat yang patut kita contoh dan apresiasi, terlebih disaat kehidupan social yang makin hari makin bergaya napsi-napsi tanpa harus bersusah payah menjaga rasa kepedulian antar sesama.

Jauh dari pada itu, tentu kita berharap akan banyak muncul sosok Hilmi Arifn lainnya, agar masyarakat makin banyak yang peduli dengan cara menyajikan banyak pilihan jenis usaha guna memperbaiki ekonomi masyarakat yang kian hari terasa makin berat untuk dijalani.(Rei/elh)

Leave a Comment