breaking news New

Festival Buah Lokal

PARINGIN – Masyarakat Desa Marajai, Kecamatan Halong bekerjasama dengan jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemkab Balangan pada tahun ini kembali menyelenggarakan Festival Buah Lokal. 

Festival ini dibuka langsung oleh Bupati Balangan H Ansharuddin di Desa Marajai, Minggu (9/2/2020) ditandai dengan penanaman pohon buah langka secara simbolis. Turut hadir pada acara ini, beberapa pejabat di Lingkungan Pemprov Kalsel, unsur Forkopimda Balangan, Ketua TP PKK Hj Nursidah, Sekda Ir H Ruskariadi, dan para Kepala SKPD.

Sebanyak 80 jenis buah lokal dan langkaseperti Durian Lokal, Karatungan, Lahung, Siwau, Maritam, Kumbayau, Silulung, Luwing, Tambang Susu dan lain-lain dipamerkan di festival ini.

Desa Marajai ini memang dikenal dengan potensi buah lokal yang saat ini semakin langka. Budidaya buah lokal ini dilakukanMohamad Hanif Wicaksono, seorang Penyuluh Keluarga Berencana di Desa Marajai.

Berkat hobi dan budidaya buah lokal yang juga disertai pembinaan ke masyarakat, Hanif telah mendapatkan penghargaan dalam ajang 9th SATU Indonesia Award di Jakarta, pada tahun 2018 dan penghargaan Kalpataru dari Presiden RI pada tahun 2019.

Adapun pelaksanaan Festival Buah tersebut dijelaskan Bupati Balangan H Ansharuddin dalam sambutannya, bertujuan sebagai upaya mengembangkan potensi-potensi alam yang ada di Desa Marajai.

"Kami sangat bersyukur bahwa buah langka ini ada di Desa Marajai dan ini merupakan satu desa yang memiliki banyak kekayaan buah. Kami juga berharap Desa Marajai bisa menjadi desa yang nantinya bisa melestarikan buah langka dengan cara menanam pohon buah tersebut seperti yang kita lakukan di awal acara," harap Ansharuddin.

Adanya lokasi tumbuh buah langka di Desa Marajai juga disambut baik oleh Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Samsir Alam. Dirinya mengaku tidak menyangka masih ada buah-buahan lokal yang khas dan hanya ditemukan di Kalsel khususnya di Kabupaten Balangan. 

"Melalui pameran buah ini menjadi upaya bagaimana kembali mengangkat buah lokal, buah hutan, buah gunung menjadi buah yang dilestarikan. Kami akan menyiapkan anggaran untuk menanam kembali dan melestarikan buah langka yang ada di Balangan. Selain itu, keberadaan buah langka ini juga akan kita ikutsertakan pada event yang lebih besar, seperti Festival di TMII Jakarta," ucap Samsir. 

Terkait hal itu pula, inisiator acara, Hanif Wicaksono, mengucapkan terima kasih atas dukungan baik dari Pemprov Kalsel dan Pemkab Balangan.

“Kamiberharap, ke depan, pemerintah lebih ikut andil dalam event-event yang dapat memamerkan keberadaan buah langka. Dan tentunya kami juga sangat mengharapkan pemerintah memberikan fasiltas dan bantuan untuk menjadikan Desa Marajai sebagai desa mandiri,” harap Hanif.

Leave a Comment