breaking news New

BPBD Balangan Siaga dan Bekerja Untuk Banua

PARINGIN - Penanganan kebencanaan di Kabupaten Balangan selalu siaga ditangani oleh instansi terkait dalam hal ini instansi utamanya yaitu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Diawal Januari 2020 tadi, kerawanan bencana seperti banjir dan tanah longsor disiagakan melalui rapat kordinasi bersama sampai dengan membangun posko siaga.

Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love mengatakan, potensi kebencanaan di Bumi Sanggam terus ada dan terjadi, situasi ini harus terus disiagakan.

"Ada beberapa tahapan siaga yang selalu kita lakukan, hal ini tak lain adalah sebagai langkah antisipasi terlebih dulu, diantaranya melalui rakor bersama, menyiapkan armada, apel serentak bersama, serta membangun posko utama," ujarnya.

Diketahui, status siaga bencana di Kabupaten Balangan telah berakhir sampai akhir bulan Maret 2020.

Meski posko gabungan yang sebelumnya terletak di depan Masjid Al Akbar sudah di akhiri bersamaan dengan usainya pelaksanaan rest area Haul Abah Guru Sekumpul ke-15.

Kepala BPBD Balangan, Alive Yoesfah Love mengatakan, terkait usainya posko gabungan saat ini kordinasi siaga bencana dialihkan ke posko induk yaitu di kantor BPBD Balangan.

Virus Corona

Begitu mulai ramai wabah covid-19, Pemkab Balangan di bawah kendali Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan melaksanakan aksi penyemprotan desinfektan cegah penularan Covid-19 secara serentak guna memutus mata rantai penyebarannya.

Kegiatan diawali dengan apel personel dan gelar peralatan di Posko Bersama Gugus Tugas covid-19 di Kantor BPBD Kabupaten Balangan. Penyemprotan ini disaksikan langsung oleh Bupati Balangan, H Ansharuddin dan target lokasi penyemprotan diarahkan oleh Kapolres Balangan, AKBP Nur Khamid SIK .

Gabungan Gugus Tugas Covid-19 penyemprotan desinfektan serentak se Kabupaten Balangan dimulai dari pulul 09.00 Wita bertempat Ruang Terbuka Hijau Dispora Balangan telah dilaksanakan kegiatan giat gabungan gugus tugas Covid-19 penyemprotan desinfektan.

Dalam arahannya, Kapolres Balangan AKBP Nur Khamid menyampaikan penyemprotan ini adalah upaya untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di wilayah Balangan.

“Upaya ini kita lakukan untuk menghilangkan rasa was-was kita terhadap penyebarang virus Covid-19 ini. Tapi jangan sampai belebihan dan lebih kepada kehati-hatian karena kalau kita bicara takut cara otomatis tadi ada gerakan-gerakan yang sifatnya dengan penguasaan atau mungkin mendorong masyarakat hingga nantinya akan terjadi permasalahan,” imbaunya.

Kepada petugas Gugus Tugas yang melakukan penyemprotan, Kapolres menargetkan dilokasi fasilitas umum, perkantoran, serta pelayanan kesehatan rumah sakit dan puskesmas.

Kepada BPBD Balangan Alive Yoesfah Love, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Nurdian Wahyudi, menyampaikan jumlah personil dan relawan yang ditugaskan untuk melaksanakan penyemprotan serentak ini sekitar 150 lebih orang dengan 35 peralatan mesin semprot.

“Para personil dan relawan dari TRC BPBD, TNI ,Polri, Satpol PP, PMI, Tagana, KNPI yang diarahkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19,” ujar Nurdian.

Disampaikan Nurdian, pihaknya menargetkan melakukan penyemprotan desinfektan di benerapa titik tempat, seperti rumah ibadah, kantor, sekolah dan fasiltas umum di seputaran Balangan

“Penyemprotan desinfektan ini, jelas Nurdian diharapkan bisa maksimalkan penanggulangan sebaran Covid-19. Tidak kalah penting, kesadaran masyarakat membantu pemerintah melawan virus Corona,” imbuhnya

Terpantau di lapangan, kegiatan penyemprotan desinfektan dilakukan dibeberapa titik yakni Kantor Bupati Balangan, RSUD Balangan, Pasar Paringin, lingkungan pasar modern Paringin, Terminal Paringin serta, Taman Sanggam.

Siapkan Anggaran Untuk Covid-19

Pemerintah Kabupaten Balangan menyiapkan anggaran yang tidak terbatas atau sesuai kebutuhan demi menangani penyebaran Covid-19. Bahkan, jika memang diperlukan atau ditotalkan, maka anggaran yang akan digelontorkan mencapai Rp 10 miliar lebih.

“Saya sudah panggil tim anggaran dari Badan Keuangan Daerah (BKD), kita lagi menghitung ancang-ancang berapa kebutuhan yang diperlukan dan anggaran apa saja yang digeser guna memenuhi anggaran penanganan Covid-19 ini. Jika memang diperlukan Rp 10 miliar atau lebih, maka kita siap anggarkan,” ujar Bupati Balangan H Ansharuddin.

Ansharuddin memperkirakan, anggaran yang akan dialihkan untuk penanganan Covid-19 ini ialah anggaran program yang tidak berhubungan dengan masyarkat langsung, sedangkan anggaran seperti kesehatan, pendidikan dilakukan blocking alias tidak diubah.

“Saat ini sedang kita perkirakan. Namun kita sediakan di atas kebutuhan, artinya anggaran yang disediakan kita proyeksikan di atas kebutuhan. Sehingga tidak akan mengalami kekurangan dalam upaya menangani pendemi ini. Bahkan, pemerintah pusat sendiri sudah melakukan pengalihan anggaran untuk penanganan Covid-19, dimana saat ini seluruh dana alokasi khusus (DAK), baik yang sedang berjalan dan akan berjalan, harus dihentikan kecuali bagi kesehatan dan pendidikan,” bebernya.

Selain itu, lanjut Ansharuddin, pihaknya juga siap melaksanaan kebijkan pemerintah pusat dan provinsi terkait penanganan dan penyebaran Covid-19. “Kami siap menjalankan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi dalam penanganan Covid-19 ini. Tentu semua itu merupakan upaya dalam melawan bencana wabah ini,” pungkasnya.(*)

Leave a Comment