breaking news New

Ringankan Beban Warga, Pemkab Balangan Bagikan Bantuan 95 Ton Beras

PARINGIN – Meringankan beban masyarakat yang terdampak wabah Covid-19, Pemkab Balangan melalui Dinas Sosial Balangan, memberikan bantuan beras pada masyarakat di 8 kecamatan yang diserahkan secara bertahap.

Bupati Balangan H Ansharuddin didampingi Kepala Dinas Sosial Balangan Ribowo dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 berkesempatan menyerahkan bantuan tersebut kepada beberapa Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Paringin Selatan, Kamis (9/4/2020).

Diserahkannya bantuan tersebut, diharapkan Bupati Balangan H Ansharuddin yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, dapat bermanfaat bagi warga penerima bantuan.

“Pemberian bantuan beras ini setidaknya bisa meringankan beban masyarakat karena terdampak Covid-19. Bantuan ini, akan kita berikan selama pandemi Covid-19. Kita juga selalu mendoakan agar seluruh warga Balangan sehat dan Kabupaten Balangan terbebas dari wabah ini,” ucapnya.

Orang nomor satu di Balangan ini juga mengingatkan pada warga untuk senantiasa menjaga kesehatan dan selalu menjaga jarak dengan sesama guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Jagalah selalu kebersihan sekitar kita. Usahakan untuk sementara dirumah saja dulu. Namun apabila memang harus ke luar rumah, pakailah masker dan sering-sering, mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir setelah melakukan aktifitas.,” ingat Ansharuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Balangan Ribowo menyampaikan bahwa ada sekitar 95 ton beras yang kita siapkan untuk dibagikan kepada masyarakat yang tergolong tidak mampu yang ada di Balangan.

“Berdasarkan data yang ada, akan kita bagikan sebanyak 6.359 paket per KK dimana masing-masing KK mendapatkan 13 kg. Jumlah beras seluruhnya sekitar 95 ton yang diambil dari jatah cadangan pemerintah yang akan disalurkan secara bertahap,” ungkapnya.

Ribowo juga menambahkan bahwa, yang menerima bantuan beras ini tidak semua warga Balangan, walaupun terdampak Covid-19.

“Tidak semua warga menerima bantuan tersebut. Warga yang sebelumnya menerima bantuan seperti PKH dan BPNT tidak bisa menerima bantuan beras ini karena sudah ada alokasi bantuan langsung dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Namun, ditegaskan Ribowo bahwa bantuan beras juga akan disiapkan bagi warga yang belum terdata dan nantinya melalui usulan aparat desa dan diprioritaskan bagi yang tidak mampu atau tergolong miskin.

“Kita tidak terpaku pada data. Kita menyadari masih ada warga tidak mampu yang belum terdata. Data susulan tersebut akan kita minta di aparat desa dan kecamatan. Namun kita juga harus memastikan stok bantuan beras tetap tersedia,” terang Ribowo.

Leave a Comment