breaking news New

OPSI PERPANJANGAN BPJS BUNTU KORBANKAN JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT

PARINGIN - Jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu mengambang. Sahabat Balangan Center siap galang dana untuk meneruskan jaminan kesehatan pada awal tahun 2021.

Sebagaimana yang tertuang dalam surat edaran BPJS Kesehatan Nomor 2079/VII-05/1220, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2021 Pemda sudah tidak menanggung biaya perawatan kesehatan masyarakat Balangan.

Kepala BPJS Balangan Hery Rendra membenarkan terkait dengan tidak diperpanjangnya kontrak kerjasama antara BPJS dengan Pemda Balangan, Senin (4/1/2020).

"BPJS sekarang sudah tidak menjalin kerjasama lagi dengan Pemda, dengan tidak di ditandatanganinya pengajuan draft perpanjangan kontrak oleh Kepala Daerah meskipun opsi perpanjangan selama 2 bulan dahulu sesuai masa jabatan bupati yang ada dan dapat dilakukan perpanjangan sejak bulan maret sampai dengan desember 2021 oleh Bupati terpilih berikutnya," ungkapnya.

Tidak hanya itu bahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan sudah tidak bisa melakukan klem pembayaran jaminan kesehatan tersebut dikarenakan tidak adanya perpanjangan kerjasama (PKS) dengan pihak BPJS. Hal ini mengakibatkan layanan jaminan kesehatan bagi masyarakat terutama yang tidak mampu akan terbengkalai.

Di kesempatan yang sama, Dewi Ketua SBC menyatakan mereka siap melakukan penggalangan dana demi membantu masyarakat yang kurang mampu untuk berobat dengan cara membantu melakukan pembayaran BPJS mandiri.

"Saya bersama relawan SBC siap bergerak menggalang dana demi menyelamatkan masyarakat yang kurang mampu," pungkasnya

Penggalangan dana tersebut akan di lakukan di berbagai jejaring sosial, dengan melampirkan nomor rekening Bank Kalel Cab. Paringin atas nama SBC  013.03.01.15130.2 atau melalui Kontak Person 085349009958 sehingga memudahkan bagi masyarakat yang mau mendonasikan hartanya untuk turut membantu meringankan beban sesamanya lanjut Dewi.

Data sementara ada 16 orang pasien kurang mampu yang ditangani pihak SBC, selain itu relawan SBC lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Balangan juga melakukan pendataan untuk kemudian akan di daftarkan ke BPJS mandiri.

"Kita saat ini mengantongi ada 16 nama, serta teman-teman relawan lain juga saat ini masih melakukan pendataan," imbuhnya.

Di tempat berbeda, H Abdul Hadi saat ditemui dikediaman beliau menyayangkan hal ini, sebab jaminan kesehatan bagi warga Balangan bukanlah tumbal dari sebuah kontestasi politik.

"Saya sangat prihatin dengan kabar yang beredar diawal tahun ini, seyogyanya Pemerintah Daerah bisa membijaksanai demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dalam hal ini jaminan kesehatan", ujarnya. (Rie/Aj)

Leave a Comment