breaking news New

Lima Bidang untuk Wujudkan Balangan Berdaulat

Pemimpin baru, visi baru, misi baru, melanjutkan yang telah diraih di masa lalu

Rabu 17 Februari 2016 menjadi salah satu tonggak sejarah penting Kabupaten Balangan. Mendekati usia 13 tahun, Balangan memperoleh pemimpin baru setelah melalui tahap-tahap pemilihan kepala daerah pada 2015 lalu. Hari itu, pasangan pemimpin baru Balangan, H. Ansharuddin dan H. Syaifullah dilantik oleh Gubernur Kalimantan Selatan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Balangan periode 2016 – 2021.

Pasangan yang mengusung slogan ‘sehati’ dalam kampanyenya tahun lalu itu kini dituntut untuk bekerja keras mewujudkan visi dan melaksanakan misi-misinya untuk kemajuan Banua Sanggam. Secara singkat, pasangan pemimpin ini menginginkan Balangan jadi lebih baik, maju, dan masyarakatnya sejahtera.

Sekilas, bidang-bidang yang menjadi perhatian utama pasangan pemimpin baru ini mirip-mirip dengan bidang-bidang yang diprioritaskan dalam kepemimpinan pasangan terdahulu. Bisa dimengerti, karena pada dua periode sebelumnya, Ansharuddin merupakan wakil bupati, tepatnya pada periode 2005 – 2010 dan 2010 – 2015. Hal ini bisa bermakna positif, bahwa pembangunan daerah di Balangan tidak harus memulai dari nol seiring dengan pergantian pemimpin. Atau dengan kata lain, pemimpin boleh berganti, proses pembangunan tetap berlanjut tanpa terganggu oleh faktor politik.

Bidang-bidang yang menjadi perhatian pasangan pemimpin Balangan terbaru adalah sumber daya manusia (SDM), ekonomi kerakyatan dan ketersediaan lapangan kerja, infrastruktur dan pemerintahan/birokrasi. Kebijakan dan program-program pembangunan ke arah sana pun telah dirancang. Untuk pengembangan dan peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan, cara yang akan ditempuh adalah melalui pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat miskin, pendidikan gratis, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Pasangan birokrat dan pengusaha ini sepakat bahwa terwujudnya Kabupaten Balangan yang maju dan sejahtera akan berhasil bisa di raih melalui pembangunan sumber daya manusia, yakni dengan menginkatkan kualitas pendidikan. "Pendidikan merupakan faktor utama yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM, sehingga harus menjadi prioritas utama untuk lebih dibenahi lagi," tegas Ansharuddin.

Pembangunan kualitas SDM Balangan melalui Bidang Pendidikan yaitu mendorong dan memfasilitasi masyarakat untuk mengikuti program wajib belajar 12 tahun, serta memberikan beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, untuk dapat menyelesaikan pendidikan hingga melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Bukan hanya itu, peran serta tenaga pendidik yang menjadi indikator utama peningkatan kualitas pendidikan juga turut menjadi perhatian dengan cara merekrut tenaga-tenaga pendidik berkualitas dan terus meningkatkan kualitas tenaga pendidik yang sudah ada, baik melalui pelatihan maupun pendidikan agar kompetensinya semakin bagus.

Peningkatan kualitas SDM melalui pelayanan kesehatan juga akan digenjot terus dan diperluas jangkauannya.perluasan jangkauan itu bukan hanya secara geografis, tetapi juga secara sosial, yaitu agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Pasangan pemimpin baru Bumi Sanggam ini akan menggratiskan biaya berobat bagi warga Balangan. "Kita akan menggratiskan pelayanan kesehatan di RSUD Balangan dan seluruh Puskesmas melalui Jamkesda, dibarengi dengan melengkapi peralatan medis di masing-masing fasilitas kesehatan," ujar Bupati Balangan H Ansharuddin.

Setiap Puskesmas yang berada di daerah pinggiran pedalaman pun, kata Anshar, akan ditingkatkan menjadi Puskesmas Rawat Inap. Hal untuk mengantisiasi jarak yang jauh untuk mendapatkan pelayan rawat inap ke RSUD Balangan.

Mempersiapkan Balangan Pasca Tambang

Tidak dipungkiri, selama ini Balangan memperoleh ‘modal instan’ untuk melaksanakan pembangunan daerah. Dikatakan instan, karena memperolehnya memang relatif cepat, jumlahnya relatif besar (bahkan selama ini mendominasi dalam struktur perekonomiannya) dan tidak melalui proses yang panjang dalam membangun sektor penghasil modal tersebut. Tidak lain, modal instan tersebut berasal dari sektor pertambangan. Lebih tepatnya, dari batubara yang banyak terkandung dalam perut bumi Balangan.

Masalah yang pasti menghadang sangat jelas, yaitu bahwa kekayaan perut bumi berupa bahan tambang adalah jenis kekayaan yang tidak dapat diperbarui (unrenewable resource). Artinya, batubara yang selama ini menjadi andalan suatu saat akan habis, atau setidaknya sampai pada titik di mana hasilnya tidak lagi sebanding dengan biaya produksinya. Hal ini sangat disadari oleh pemimpin Balangan, dan sektor pengganti harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Dengan porsi kontribusi yang selama ini konsisten di atas 62% setiap tahunnya, siapapun akan sepakat bahwa menggantikan sektor pertambangan sebagai kontributor utama dalam struktur perekonomian Balangan memang bukan pekerjaan mudah. Tetapi tidak ada pilihan lain. Bahan tambang bukanlah kekayaan yang bisa diandalkan secara terus-menerus.

Kabar baiknya, selama ini pula sektor terbesar kedua adalah sektor yang sangat sesuai dengan potensi dan sumber daya yang dimiliki Balangan, yaitu sektor pertanian. Dalam arti luas, sektor ini dapat dipahami sebagai sektor yang mencakup segala budidaya tanaman maupun hewan yang bertujuan untuk memperoleh hasil ekonomi. Kontribusi sektor ini dalam struktur perekonomian Balangan juga konsisten di kisaran 20%.

Pembangunan sektor pertanian itu sendiri akan sangat sesuai dengan salah satu misi pasangan Anshar – Fullah, yaitu membangun dan memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis pertanian dan perkebunan. Untuk memperkuat ekonomi berbasis pertanian dan perkebunan, jalan yang dikehendaki oleh pasangan pemimpin tersebut adalah melalui upaya peningkatan harga getah karet dan bahan olahannya, peningkatan harga komoditas pertanian di tingkat petani, pengembangan kredit usaha mikro, pelatihan SDM perkebunan dan pertanian, peningkatan dan pembangunan irigasi dan jaringannya, serta peningkatan jalan usaha tani dan kebun.

Selain itu, kata Anshar, perluasan areal pertanian dan perkebunan dengan pemanfaatan lahan tidur, pengembangan perkebunan kelapa sawit serta peningkatan harga karet yang belakangan anjlok akan menjadi langkah strategis menghadapi masa pasca tambang.

Anshar memastikan bahwa perhatian pada sektor pertanian itu tidak akan mengendurkan pengawasan pemerintah setempat terhadap sektor pertambangan. Pihaknya berniat untuk mengimplementasikan pengawasan yang serius terhadap keberadaan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, khususnya batubara, yang beroperasi di Bumi Sanggam. "Pengawasan serius terhadap tambang akan kita lakukan, terlebih dalam hal pelaksanaan reklamasi pertambangan, serta mendorong pemanfaatan potensi SDA berdasarkan kearifan lokal," tegas Anshar.

Ketenagakerjaan

Yang selalu terkait dengan masalah perekonomian daerah adalah permasalahan ketenagakerjaan. Pada bidang ini, pemerintahan Ansharuddin – Syaifullah berencana melaksanakan program-program peningkatan SDM pemuda Balangan, menciptakan lapangan kerja bagi pemuda Balangan, dan kebijakan memberikan 75% kesempatan kerja bagi masyarakat Balangan. Pasangan “sehati” itu juga menghendaki program kesejahteraan perkebunan, pertanian, perdagangan dan buruh.

Di satu sisi, masalah ketenagakerjaan sendiri selalu berkaitan langsung dengan kualitas SDM.  Maka sudah tepat jika pembangunan dan pengembangan kualitas SDM tetap menjadi perhatian utama pembangunan daerah. SDM yang sehat merupakan prasyarat mutlak agar orang produktif. Sedangkan SDM yang terdidik, berwawasan, inovatif, bermental wirausaha dan berketrampilan merupakan prasyarat untuk bisa maju.

Pemerintahan Ansharuddin – Syaifullah juga “mengincar” pembangunan industri perkebunan dan pengembangan industri kecil sebagai penguatan perekonomian di sektor jasa dan perdagangan. Mereka juga berkomitmen untuk mempermudah iklim investasi yang mendukung penguatan infrastruktur perkebunan, pertanian dan pertambangan.

Kita tentu masih ingat dengan kawasan industri RISA (Regional Integrated and Support Area) yang telah hadir di Balangan hampir setahun yang lalu. Kawasan yang menempati areal seluas 150 hektar di wilayah desa Lasung Batu, tepatnya di Km 69 Jalan Hauling PT. Adaro Indonesia itu bertujuan untuk mengintegrasikan workshop dan pergudangan para kontraktor PT. Adaro Indonesia, sehingga bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, serta memudahkan aktivitas operasional perusahaan.

Tidak hanya itu, kehadiran kawasan industri tersebut diharapkan dapat membuat Balangan sebagai daerah tujuan investasi yang potensial dan diminati oleh kalangan pengusaha. Sedangkan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana maupun di wilayah Kabupaten Balangan pada umumnya, diharapkan dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah, khususnya dalam memberikan pelatihan-pelatihan bagi generasi muda, agar SDM Balangan bisa meningkat mutunya. Salah satu hasil yang ingin diraih adalah, agar nantinya Balangan memiliki SDM yang handal dan bisa bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Balangan.

Upaya merangsang investor untuk datang dan berinvestasi di Balangan tidak akan berhenti di kawasan RISA saja. Pemerintahan Anshar – Fullah sudah berencana untuk semakin meningkatkannya. Bahkan, Fullah berkomitmen untuk mengundang para investor, walaupun sangat mungkin hal itu membuatnya harus lebih sering berada di luar daerah. Masalah jemput bola terhadap investor ini menurutnya akan lebih mudah mengingat cukup banyak relasi pengusaha yang dia kenal selama bergelut di dunia bisnis. Diharapkan, masuknya investor-investor besar ke Balangan akan membawa perputaran perekonomian Balangan semakin maju dan pesat.

"Kita perlu dukungan investor atau pihak ketiga guna lebih memajukan Kabupaten Balangan dari berbagai sisi, baik itu pariwisata, perkebunan dan lainnya yang berujung pada meningkatnya ekonomi kerakyatan masyarakat Balangan," ungkap Fullah.

''Hingga saat ini, saya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa investor dan mendapat sambutan yang baik. Salah satunya yaitu ada investor yang tertarik untuk membangun Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) di Bumi Sanggam," bebernya pula.

Selain mengundang investor, Anshar – Fullah juga berencana agar Pemkab Balangan mendirikan dan memiliki perusahaan daerah (perusda) multi-usaha yang menyentuh sebanyak mungkin aspek ekonomi rakyat Balangan. Misalnya, di bidang yang berkaitan dengan pengolahan atau pemasaran getah maupun bahan olahan karet. Selain itu, pemimpin baru Balangan ini juga melihat peluang bagi perusda itu nanti bekerjasama dengan pihak ketiga, termasuk di bidang-bidang pendukung pertambangan.

"Intinya perusda ini merupakan pengimplentasian visi-misi kami," ringkas Ansharuddin yang sejurus diiyakan wakilnya Syaifullah beberapa waktu lalu saat dimintai komentar.

Bidang-bidang Lain

Terkait masalah infrastruktur sebagai penunjang kesejahteraan, salah satu program yang sudah banyak diwacanakan oleh pasangan Ansharuddin – Syaifullah sejak masa kampanye pilkada tahun lalu adalah mengenai perbaikan tempat ibadah dan peningkatan kesejahteraan bagi pengurus tempat ibadah. Salah satu poin yang sangat diingat oleh masyarakat adalah tentang penggratisan tagihan listrik dan air PDAM bagi tempat-tempat ibadah. Tentunya, hal-hal semacam itu tidak bisa terlaksana secara serta-merta, namun harus melalui mekanisme yang tidak menyalahi peraturan sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Tidak kalah menarik, pemimpin Balangan periode 2016 – 2021 ini juga melirik bidang olahraga—yang notabene sangat bisa menjadi salah satu jalan bagi pengembangan kualitas SDM. Komitmennya adalah pembangunan fasilitas olahraga dan peningkatan kesejahteraan pelaku olahraga. Sebagaimana diketahui, Syaifullah (wakil bupati) adalah seorang tokoh olahraga karate Balangan.

"Hal lainnya yang tidak kalah penting harus kita benahi yaitu mengembangkan sosial budaya kemasyarakatan melalui bidang keagamaan, pemuda dan olahraga serta mewujudkan kamtibmas dan kepastian hukum untuk terciptanya suasana daerah yang selalu kondusif," Anshar membeberkan gambaran langkah ke depannya sebagai pemimpin Balangan.

Sedangkan pada pembenahan birokrasi dan peningkatan kualitas pemerintahan, Ansharuddin bertekad melaksanakan peningkatan kapasitas pemerintah daerah, peningkatan pelayanan pemerintah daerah bagi masyarakat, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan aparat desa dan pemerintah.

Prinsip Kearifan Lokal

Kekayaan Balangan bukan hanya dari sumber daya alam, tetapi juga dari sumber daya sosial budaya. Termasuk dalam sumber daya sosial budaya itu misalnya cara hidup, tradisi-tradisi lokal dalam mengelola sumber daya alam, adat-isitiadat dan sebagainya.

Telah menjadi komitmen pasangan Ansharuddin – Syaifullah untuk melestarikan kearifan lokal yang telah turun-temurun dalam budaya masyarakat Balangan, serta menerapkannya dalam dalam setiap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan, pengelolaan sumber daya alam serta pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik.

Kearifan lokal juga diyakini sebagai faktor yang mampu mempertahankan kualitas fungsi lingkungan hidup, menjaga kelestarian sumber daya alam di bumi sanggam dan menjaga kualitas hubungan-hubungan sosial dalam masyarakat Balangan.

Kearifan lokal juga perlu dipertahankan tidak hanya dalam urusan internal Kabupaten Balangan saja. Dalam menjalin kerjasama atau kemitraan lintas daerah (kabupaten/kota maupun provinsi), antara daerah dengan pusat, bahkan dengan lingkup internasional sekalipun, kearifan lokal tetap harus menjadi prinsip yang tidak boleh dilepaskan. Bahkan, bisa menjadi identitas bagi Balangan. ***

Genjot Kedisiplinan

Pembenahan birokrasi serta peningkatan disiplin dan kinerja aparatur pemerintah daerah merupakan salah satu misi yang hendak dijalankan oleh pemerintahan Ansharuddin – Syaifullah. Tidak heran, semenjak resmi memimpin Balangan, kedua pemimpin langsung memberi contoh kedisplinan kepada seluruh jajaran dan aparatur pemkab.

Ketika menjabat sebagai Wakil Bupati Balangan selama dua periode (2005 – 2010 dan 2010 – 2015), Ansharuddin dikenal sebagai pemimpin yang rajin apel pagi. Bahkan, bila sudah waktunya para pegawai pemerintahan di Balangan melakukan apel pagi sementara ia sedang dalam perjalanan meluncur ke kantornya, ia biasa singgah di kantor instansi terdekat untuk mengikuti apel pagi. Sehingga, meskipun berkantor di gedung sekretariat daerah, sering kali ia mengikuti apel di kantor lain.

Resmi menjadi Bupati Balangan sejak 17 Februari 2016, ia langsung berhasil mendongkrak jumlah peserta apel pagi di berbagai instansi di lingkup Pemkab Balangan. Bukan hanya dengan hadir dan langsung memimpin apel, tetapi juga menegur keras para pegawai yang tidak ikut apel tanpa alasan yang dapat dibenarkan. “Semenjak Pak Anshar jadi bupati, sekarang jam 8 pagi tempat parkir di belakang kantor sudah penuh,” kelakar seorang pegawai yang tidak bersedia disebut namanya.

Ia bahkan mengubah prosedur pelaporan pada apel pagi, setidaknya untuk apel di halaman Sekretariat Daerah yang secara rutin diikuti oleh pegawai Setda, BKD dan Satpol PP karena letaknya dalam satu komplek. Bila sebelumnya dalam apel hanya dilaporkan berapa yang hadir, atau bahkan kadang kala tidak dilaporkan karena relatif sangat sedikitnya jumlah pegawai yang mengikuti apel pagi, maka hal itu tidak lagi terjadi semenjak 22 Februari lalu. Anshar meminta, dalam laporan oleh setiap barisan dalam apel, nama-nama pegawai yang tidak mengikuti apel disebutkan dan dicatat oleh bagian yang menangani absensi pegawai.

Anshar—dan juga wakilnya, Syaifullah—juga tidak jarang ‘blusukan’ ke ruangan-ruangan kerja di gedung kantornya, ke kantor-kantor lain maupun ke tempat-tempat pelayanan publik untuk melihat bagaimana jajarannya bekerja. Tak ayal, kegiatannya itu berdampak kuat di seluruh jajarannya. Di mata para aparatur, terlihat jelas keseriusan Sang Bupati dalam menerapkan disiplin, terutama disiplin jam kerja dan disiplin terkait keberadaan pegawai di tempat tugas atau ruangan kerja pada jam kerja.

Selain kedisiplinan dalam dua hal itu, baik Anshar maupun Syaifullah berkali-kali mengingatkan dalam berbagai kesempatan tentang niat mereka menegakkan kedisiplinan dalam perencanaan dan pelaporan keuangan.

Dalam rangka mendorong sikap disiplin itu pula, Anshar telah setuju menambah nominal tunjangan bulanan pegawai. Demikian pula dengan gaji pegawai honorer, akan dinaikkan juga olehnya. Namun, bersamaan dengan pemberlakuan kenaikan tunjangan dan gaji pegawai honorer, akan diberlakukan juga pemotongan tunjangan tersebut bagi setiap pegawai maupun honorer yang datang terlambat sehingga tidak sempat mengikuti apel tanpa alasan yang dapat dibenarkan.

“Saya telah meminta kepada saudara Sekda untuk membuat aturan, sedemikian rupa supaya dalam satu bulan yang rata-rata terdiri dari 22 hari kerja, itu jika setiap hari terlambat, maka tunjangannya habis terkena potongan,” ujar Anshar dalam suatu kesempatan apel pagi di Sekretariat Daerah.

Artinya, dengan peraturan baru nanti, bila dalam sebulan seorang pegawai di Balangan terlambat hingga tidak mengikuti apel pagi sebanyak 10 – 11 kali, maka tunjangan bulanan yang diterimanya akan tersisa kira-kira setengahnya saja.

Peraturan itu akan diberlakukan paling cepat bulan April 2016. Namun demikian, perubahan yang terjadi pada jumlah pegawai yang mengikuti apel pagi di halaman Sekretariat Daerah sudah berubah drastis—mengalami peningkatan—sejak pekan pertama Anshar menjadi bupati. ***

Ada lima bidang yang menjadi prioritas Bupati dan Wakil Bupati Balangan periode 2016-2021* yakni,

1. Pendidikan dan Kesehatan Berkualitas dengan cara:

  • Peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan
  • Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga kesehatan
  • Pendidikan gratis
  • Kesehatan gratis bagi masyarakat miskin

2. Memperkuat Ekonomi Pertanian dan Perkebunan dengan jalan:

  • Peningkatan harga produk pertanian dan perkebunan karet
  • Pengembangan kredit usaha mikro
  • Pelatihan SDM perkebunan dan pertanian
  • Peningkatan dan pembangunan irigasi dan jaringannya
  • Perluasan jalan usaha tani dan kebun

3. Lapangan kerja dengan jalan:

  • Peningkatan SDM pemuda Balangan
  • Menciptakan lapangan kerja bagi pemuda Balangan
  • Memberikan 75% kesempatan kerja bagi masyarakat Balangan

4. Kemajuan Infrastuktur dan Kesejahteraan melalui:

  • Peningkatan kesejahteraan perkebunan, pertanian, perdagangan dan buruh
  • Perbaikan tempat ibadah dan peningkatan kesejahteraan bagi pengurus tempat ibadah
  • Pembangunan industri perkebunan dan industri usaha kecil sebagai penguatan jasa dan perdagangan
  • Mempermudah iklim investasi untuk penguatan infrastruktur perkebunan, pertanian, dan pertambangan
  • Pembangunan fasilitas olahraga dan peningkatan kesejahteraan pelaku olahraga

5. Peningkatan Birokrasi melalui:

  • Peningkatan kualitas dan kesejahteraan aparat desa dan pemerintah
  • Peningkatan kapasitas birokrasi pemerintah daerah
  • Peningkatan pelayanan pemerintah daerah bagi masyarakat

Leave a Comment