breaking news New

Berwirausaha Selagi Muda Itu...

Jika ditanya, kebanyakan murid SMA/sederajat memang menjawab ingin kuliah bila ada biayanya. Tiga kata terakhir itu, “bila ada biayanya”, yang masih sering menjadi kendala. Kondisi ekonomi daerah yang terimbas krisis ekonomi dunia, biaya kuliah yang memang seringkali tidak murah, diperparah dengan pola pikir yang kurang mengutamakan pentingnya pendidikan adalah kendala yang selama ini banyak ditemui.

Beasiswa? Memang ada beasiswa, tetapi tentu sangat terbatas kesempatan maupun nominalnya. Bila seorang siswa berprestasipun harus dibandingkan dulu dengan sesamanya yang juga berprestasi. Beasiswa selalu memilih yang terbaik di antara yang baik-baik. Seperti yang akan diberikan oleh Pemkab Balangan mulai tahun ini, beasiswa hanya diberikan kepada para peraih ranking 1 sampai 3 saja. Tidak peduli sebaik apa si ranking 4, beasiswa tetap memilih si ranking 3.

Lalu, bagaimana kalau terpaksa tidak bisa melanjutkan kuliah? Mencari kerja?

Ya, bila memang berniat melanjutkan kuliah, mengapa tidak mencari kerja dulu? Mencari penghasilan, ditabung untuk modal kuliah di tahun berikutnya.

Kendalanya, lulusan baru tingkat SLTA biasanya agak susah mendapatkan pekerjaan karena kurang pengalaman. Kabar baiknya, lulusan baru dari SLTA bisa jadi mudah saja diterima bekerja karena bisa dididik sejak awal bekerja, dibentuk mentalnya oleh si pemberi pekerjaan, dan biasanya bersedia diupah tidak setinggi normalnya upah pekerja.

Tentang upah yang tidak setinggi upah pekerja normalnya, itu tidak perlu dipermasalahkan. Pertama, karena memang belum berpengalaman. Masih harus banyak belajar. Kedua, ketika usia masih belia, belum memiliki tanggungan, dan masih banyak kebutuhan masih ditanggung oleh orangtua, yang penting adalah mencari ilmu, ketrampilan dan pengalaman dulu, sambil membentuk karakter diri dalam menghadapi dunia kerja.

Atau, mengapa tidak berwirausaha saja?

Satu hal yang sangat disayang di kalangan lulusan baru adalah sedikitnya minat untuk berwirausaha. Padahal berwirausaha itu memberi kemungkinan masa depan yang tidak kalah dibanding bekerja pada pihak lain.

Berwirausaha di usia muda, apalagi di usia akhir belasan selepas lulus sekolah menengah, adalah kesempatan yang patut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terutama, bila kita tidak bisa melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.

Apalagi bagi yang kebutuhan sehari-harinya masih bisa menumpang pada orangtua. Tinggal bersama orangtua, tidak perlu bayar kontrakan sendiri. Jika perut lapar tinggal pulang, orangtua masih menyediakan makanan. Menggunakan listrik dan air dari rekening milik orangtua, tidak perlu menanggung semuanya sendiri.

Jadi, jika memang ada kesempatan untuk berwirausaha di usia belasan, maka tidak seharusnya dibiarkan lewat begitu saja.

Apa kendala berwirausaha? Tidak ada modal? Tidak tahu berwirausaha di bidang apa?

Ini jaman di mana segala sesuatu bisa dicari informasinya di internet. Berbagai jenis pekerjaan pun dapat diperoleh di internet. Demikian pula kesempatan berwirausaha, sangat terbuka di dunia maya. Para pedagang di internet, sebagian besar tidak memiliki atau membuat produk sendiri, juga tidak memiliki stok barang, apalagi gudang penyimpanan. Mereka hanya menjadi perantara bagi pembuat atau penyedia barang dengan konsumen. Dalam bahasa sederhananya, mereka adalah makelar.

Jelas bahwa modal kapital (uang) tidak harus banyak. Yang pasti harus ada adalah ketrampilan komunikasi dan menggunakan media sosial. Dan bukankah setiap remaja saat ini adalah para pengguna media sosial? Para remaja saat ini adalah generasi yang begitu lahir langsung akrab dengan gadget.

Banyak kesempatan berwirausaha tanpa harus modal besar. Sesuai saja dengan kantong remaja. Kenapa tidak mencoba? Bahkan, berwirausaha di sanapun tidak harus menunggu lulus sekolah. Bagi yang sudah kuliah pun selalu bisa mencobanya, kalau mau.

Yang dibutuhkan hanya kemauan keras, dan berani mencoba. ***

Leave a Comment