breaking news New

Berawal dari Kekurangan

Adalah menarik untuk mengungkap latar belakang dari munculnya gebrakan-gebrakan yang dibuat oleh KPDAD Kabupaten Balangan dalam dua-tiga tahun terakhir. Misalnya, dalam dua tahun berturut-turut, instansi tersebut berhasil membawa putra-putri Balangan ke ajang lomba di tingkat provinsi, kemudian membawa mereka pulang dengan beberapa predikat kemenangan dari lomba tersebut.

Ansari Asthami, salah seorang personil KPDAD yang dua tahun berturut-turut (2015 dan 2016) masuk ke dalam salah satu pustakawan berprestasi se-Kalimantan Selatan (ditetapkan oleh panitia dari Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan) mengungkapkan hal yang menarik.

“Sebenarnya semua itu  karena kami merasa sangat kekurangan,” ia memulai pemaparannya. “Lihatlah lokasi kami, terpencil dan aksesnya tidak sebagus ke instansi-instansi lain.”

Padahal, setiap perpustakaan itu seharusnya menarik untuk dikunjungi oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak usia dini, usia sekolah hingga orang dewasa. Para personil KPDAD merasa “keterlihatan” mereka kurang di mata masyarakat Balangan sendiri. Itulah yang menimbulkan keinginan untuk muncul, tampil di masyarakat, agar terlihat, dan yang lebih penting lagi adalah agar menarik perhatian dan keinginan masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan, mengakses ilmu  yang disediakan di sana.

“Bukan hanya melalui program-program, tetapi juga melalui kegiatan-kegiatan. Itulah yang mendorong kami ingin melaksanakan dengan serius gelaran Balangan Membaca,” kata Ansari.

Hal seperti ini tampaknya harus dimiliki oleh seluruh komponen masyarakat agar suatu daerah bisa maju. Yaitu, tidak menyerah pada keadaan yang tidak menguntungkan, tetapi bangkit agar keadaan itu bisa berubah. Percaya diri dan tampil melakukan hal terbaik sesuai kemampuannya—tanpa pernah sedikitpun meremehkan kemampuan diri sendiri. *****

Leave a Comment