breaking news New

Dayak Meratus Halong Tunjukkan Pesonanya

Yang terlihat kasat mata dari pelaksanaan Pesona Dayak Meratus yang berlangsung tanggal 3, 4 dan 5 Maret 2017 lalu, memang diharapkan agar bisa menarik wisatawan hingga meningkatkan perekonomian warga sekitar. Namun ada cita-cita yang lebih besar terselip di baliknya, yaitu menanamkan dan mengajak para generasi penerus suku Dayak Meratus Halong, supaya peduli dan melestarikan adat istiadat budaya leluhur yang mulai ditinggalkan, terkikis oleh teknologi modern.
Berangkat dari dua faktor itu lah, akhirnya Dewan Adat Dayak (DAD) Balangan secara rutin setiap tahunnya mengadakan kegiatan yang berpusat di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Balangan ini. Ini merupakan kegiatan ketiga kalinya yang dilaksanakan semenjak tahun 2015 lalu. Semua yang sihadirkan tidak lepas dari pernak-pernik kebudayaan masyarakat suku dayak Meratus yang hidup harmoni berdampingan dengan alam. Sehingga gelaran festival Pesona Dayak Meratus ini benar-benar menjadi gambaran nyata tentang kebudayaan dayak Meratus dalam menjalani kehidupan sehari-hari, meskipun masih ada yang tidak bisa dihadirkan, seperti ragam ritual adat. Menumbuk padi, membuat anyaman, menyumpit dan permainan tradisional seperti bagasing, mutuu, balugu, kenje merupakan sebagian dari seluruh kebudayaan dayak Meratus yang ditampilkan. Tak ketinggalan juga  pameran kerajinan, kuliner, wisata alam serta pengobatan tradisional, semuanya itu merupakan bagian dari kearifan local komunitas masyarakat penghuni pegunungan meratus tersebut. Sekretaris DAD Balangan, Eter Nabiring mengakui bahwa diselenggarakannya acara ini tak terlepas dari kegelisahan pihaknya akan pergaulan generasi penerus dayak, yang semakin hari semakin jauh dengan adat istiadat leluhur. “Kalau bukan kita yang tua-tua ini yang memperkenalkan kembali kepada anak-anak lalu siapa lagi? Boleh bahkan harus mengikuti perkembangan jaman, tapi jangan sampai meninggalkan kearifan lokal yang sudah diajarkan oleh nenek moyang turun temurun,” tukasnya. Eter juga tak menampik, bahwa masih banyak kekurangan yang didapati dari setiap kegiatan kali ini, dan itu akan menjadi pembelajaran pihaknya ke depan agar pelaksanaan selanjutnya lebih baik lagi. “Setiap kekurangan yang asa di tahun sebelumnya selalu kita benahi pada pelaksanaan selanjutnya. Begitu terus-menerus hingga menghasilkan produk terbaik suatu saat nanti,” katanya optimis. Sementara itu, menurut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Balangan, Mandan mengungkapkan, yang menjadi kenndala utama pada pelaksanaan tahun ini yaitu terkait ketersediaan lahan. “Jumlah pengunjung setiap tahunnya selalu meningkat, begitu juga dengan tahun ini yang sangat padat, tak sebanding dengan lahan dimana lokasi kegiatan berpusat,” ujarnya.
Untuk itu Mandan meminta masukan dan dukungan dari Pemkab Balangan serta pihak ketiga, untuk membantu mencari solusi atas permasalahan yang kemungkinan akan kembali terjadi pada tahun-tahun berikutnya ini, apabila tidak diantisipasi dari sekarang. Dijumpai dalam kesempatan yang sama, Bupati Balangan H Ansharuddin berjanji akan membantu kalau masyarakat sekitar memang serius dan benar-benar ingin dibantu. “Dalm artian, kita akan membebaskan lahan di sekitar Desa Kapul ini, namun masyarakat harus memberi dukungan dengan tidak mematok harga lahan di luar kemampuan anggaran pemerintah,” imbuhnya. Terpisah, salah satu pengunjung, Ahmad Fauzan mengungkapkan, sangat beruntung bias datang ke gelaran festival Pesona Dayak Meratus yang menyajikan berbagai atraksi kebudayaan khas dayak Meratus. Fauzan yang datang dari kota Banjarbaru ini mengaku, sangat puas terhadap sajian yang ditampilkan. “Kalau bisa gelaran tahun depan festival pesona dayak Meratus ini lebih meriah lagi, dengan cara menambah acara yang ditampilkan lebih banyak dan beragam. Mungkin bias diselipkan juga bagaimana ritual adat masyarakat Dayak Meratus. Karena itu yang paling menarik,” ucapnya. (yud)

Leave a Comment