Daftar | Login
Beranda| SGM Membangun| SGM Berita| SGM Gallery| SGM IPTEK| SGM Sehat| SGM Topik Utama| SGM Sosok| SGM Tausiyah| SGM Artikel
Haulan Ke-34 Amir Husin bin Buajim

PARINGIN – Ribuan orang tampak memadati sekitaran Kubah Almarhum Amir Husin bin Buajim yang terletak di Desa Lampihong Kanan, Kecamatan Lampihong, Kamis (7/3/2019).

Mereka berdatangan dari berbagai pelosok daerah yang tidak hanya dari Balangan sendiri, namun juga datang dari kabupaten-kabupaten tetangga.

Dengan khusyuk, ribuan orang ini mengikuti pembacaan Shalawat dan Tahlil yang dipimpin oleh ulama kharismatik KH. Asmuni atau yang dikenal dengan sebutan Guru Danau dalam rangka Haulan Ke-34 Amir Husin bin Buajim.

Dalam kegiatan haul ini, turut hadir Bupati Balangan H. Ansharuddin, anggota DPR RI H. Syaifullah Tamliha, Camat Lampihong Amir Mahmud, dan sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, H. Ansharuddin merasa sangat bersyukur, bahwasannya kegiatan Haulan Almarhum Amir Husin bin Buajim dapat menjadi agenda yang rutin dan terlaksana dengan baik setiap tahunnya.

"Mudah-mudahan kita semua dapat menggunakan kegiatan ini sebagai wadah untuk saling mempererat ukhuwah, sambil bersama-sama mendoakan Almarhum Amir Husin bin Buajim, serta seluruh umat Islam yang lebih dulu menghadap Sang Khaliq, semoga semua memperoleh rahmat dan tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT," ucap Ansharuddin.

Sementara itu, Guru Danau dalam tausiyahnya, juga mengajak kepada seluruh jamaah haulan untuk dapat mengambil suri tauladan yang baik dari Almarhum Amir Husin Bin Buajim dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Semangat dalam melaksanakan dan mengikuti kegiatan haulan ini, hendaknya juga berlanjut dengan semangat dan upaya untuk meneladani sikap dan perilaku yang baik dari Almarhum Amir Husin Bin Buajim,” ujar Guru Danau.

Adapun sosok Amir Husin diketahui berasal dari Barabai yang menikah dengan seorang perempuan asal Lampihong. Amir Husin kemudian tinggal di hutan pagatan Desa Batu Merah, Lampihong, dengan bekerja sebagai penyadap karet.

Kehidupan Amir Husin sangatlah sederhana namun bagi dirinya selalu merasa cukup. Amir Husin juga dikenal istiqamah, dan setiap ke masjid selalu datang lebih awal meski rumahnya di dalam hutan.

Setelah meninggal dunia, makam Amir Husin memancarkan cahaya yang kemudian disebut masyarakat sekitar kubur bagirap atau bercahaya. Fenomena ini didatangi oleh Guru Danau dan beliau juga menjelaskan bahwa Amir Husin adalah seorang wali.

Oleh » Sanggam Kita (sgm) Post. By » sanggamkita » Jum'at, 08-03-2019 17:54:47 WIB.

Print Email
Kirim Komentar


Pengunjung hari ini : 83 | Total Pengunjung : 123477 | Hits hari ini : 209 | Total Hits : 588577 | Pengunjung Online : 1